Pages: 1 / Entries: 
Blog

  • Selamat Datang di Media Belajar Budaya Wayang admin admin

    Friday, 25th February 2011 22:53pm
    Selamat Datang..!!!

    Rekan-rekan yang Budiman,
    Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Illahi karena kita masih diberi kesehatan dan diberi kesempatan untuk berkumpul didunia maya ini. Ucapan syukur juga patut kita panjatkan karena kita diberi kesempatan untuk belajar, diskusi, menyebarkan, dan mengajarkan wayang dan budaya disekitarnya melalui media ini.
    Oleh karena itu dipersilahkan untuk memanfaatkan media ini untuk diskusi, belajar dan saling bertukar pengetahuan ataupun pengalaman.

    Dalam media ini dapat ditemukan seluk-beluk tentang wayang, baik foto, gambar atau corekan wayang, rekaman suara pertunjukkan wayang, rekaman suara gendhing-gendhing, rekaman video pegelaran wayang, serta ajang diskusi serta catatan melalui BLOG.

    Diharapkan akan dapat dikembangkan dengan melengkapi dengan koleksi gambar-gambar vektor, sehingga bisa digunakan untuk belajar mewarnani wayang. Dengan demikian akan dimungkinkan untuk belajar menggambar dan mewarnai wayang menggunakan komputer yang dilengkapi dengan program yang diperlukan. Untuk itu rencananya dalam media ini akan dipasang program-program yang diperlukan untuk itu.

    Oleh karena itu mohon kritik dan saran dari rekan-rekan dan sejawat..

    Salam Budaya Wayang
    6 Comments
  • PESINDHEN (Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas) admin admin

    Saturday, 7th May 2011 05:56am
    Pesindhén, atau sindhén (dari Bahasa Jawa) adalah sebutan bagi wanita yang bernyanyi mengiringi orkestra gamelan, umumnya sebagai penyanyi satu-satunya. Pesindén yang baik harus mempunyai kemampuan komunikasi yang luas dan keahlian vokal yang baik serta kemampuan untuk menyanyikan tembang.

    Pesinden juga sering disebut sinden, menurut Ki Mujoko Joko Raharjo berasal dari kata "pasindhian" yang berarti yang kaya akan lagu atau yang melagukan (melantunkan lagu). Sinden juga disebut waranggana "wara" berarti seseorang berjenis kelamin wanita, dan "anggana" berarti sendiri. Pada zaman dahulu waranggana adalah satu-satunya wanita dalam panggung pergelaran wayang ataupun pentas klenengan. Sinden memang seorang wanita yang menyanyi sesuai dengan gendhing yang di sajikan baik dalam klenengan maupun pergelaran wayang. Istilah sinden juga digunakan untuk menyebut hal yang sama di beberapa daerah seperti Banyumas, Yogyakarta, Sunda, Jawa Timur dan daerah lainnya, yang berhubungan dengan pergelaran wayang maupun klenengan. Sinden tidak hanya tampil solo (satu orang) dalam pergelaran tetapi untuk saat ini pada pertunjukan wayang bisa mencapai delapan hingga sepuluh orang bahkan lebih untuk pergelaran yang sifatnya spektakuler.
    Seorang sinden dari Solo

    Pada pergelaran wayang zaman dulu, Sinden duduk di belakang Dalang, tepatnya di belakang tukang gender dan di depan tukang Kendhang. Hanya seorang diri dan biasanya istri dari Dalangnya ataupun salah satu pengrawit dalam pergelaran tersebut. Tetapi seiring perkembangan zaman, terutama di era Ki Narto Sabdho yang melakukan berbagai pengembangan, Sindén dialihkan tempatnya menghadap ke penonton tepatnya di sebelah kanan Dalang membelakangi simpingan wayang dengan jumlah lebih dari dua orang.

    Di era modern sekarang ini Sindén mendapatkan posisi yang hampir sama dengan artis penyanyi campursari, bahkan sindén tidak hanya dibutuhkan untuk mahir dalam menyajikan lagu tetapi juga harus menjaga penampilan, dengan berpakaian yang rapi dan menarik. Sindén tidak jarang menjadi "pepasren" (penghias) sebuah panggung pertunjukan wayang. Bila Sindénnya cantik-cantik dan muda yang nonton akan lebih kerasan dalam menikmati pertunjukan wayang. Perkembangan wayang saat ini bahkan Sindén tidak hanya didominasi wanita tetapi telah muncul beberapa orang Sindén laki-laki yang mempunyai suara merdu seperti wanita, tetapi dalam dandannya sindén ini tetap memakai pakaian adat jawa selayaknya pengrawit pria lainnya dan beberapa waktu lalu sindén laki-laki ini malah menjadi trend para Dalang untuk menghasilkan nilai lebih pada pergelarannya.
    Comment
  • Gambar Sang Hyang Nurcahya admin admin

    Wednesday, 13th April 2011 06:29am
    Terimakasih banyak mas Christ atas kiriman Sang Hyang Nurcahya. Gambarnya dapat dilihat di http://ewayang.wg.ugm.ac.id/mediadetails.php?key=f017c1b778142a8e27a0&title=Sang+Hyang+Nurcahya
    Comment
  • SUKRA KASIH: Paguyuban Dhalang Muda admin admin

    Monday, 11th April 2011 04:35am
    Semangat untuk melestarikan Seni Pedhalangan Gagrak Yogyakarta adalah merupakan dasar bersatunya para dhalang-dhalang muda dalam membangun Sukra-Kasih. Dengan adanya paguyuban ini maka para dhalang muda dapat berkiprah secara teroerganisir.Selengkapnya dapat dibaca di:http://ewayang.wg.ugm.ac.id/mediadetails.php?key=3e3fb03645c7828a84ea&title=SUKRA+KASIH%3A+Paguyuban+Dhalang+Muda
    Comment
  • ‘Ebook’ buku ‘Wanda Ringgit Purwa milik Keraton Surakarta’ (dicopy dari laman Facebook Wayang Nusantara) admin admin

    Monday, 11th April 2011 02:11am
    ‘Ebook’ buku ‘Wanda Ringgit Purwa milik Keraton Surakarta’by Wayang Nusantara (Indonesian Shadow Puppets) on Monday, April 11, 2011 at 1:47am‘Ebook’ buku ‘Wanda Ringgit Purwa milik Keraton Surakarta’ Alih aksara :Moelyono Satronaryatmo Departemen Pendidikan dan Kebuadayaan Republik Indonesia, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Jakarta, 1981 Berbagai Ragam bentuk atau wujud (wanda)Wayang Purwa milik Keraton Surakarta,sejumlah 85 macam  Nama-nama wayang tersebut di atas dan berbagai ragam bentuk atau wujudnya(wanda) merupakan pola jadi (corekan dados) bagi penggarap wayang, khususnya dalamukuran, macam tatahannya dan bentuk-bentuknya, adapun ukuran yang tercantum di sinimencakup lebar dan tinggi bentuk wayang. Beberapa tokoh dalam dunia pewayangan adakalanya mem punyai bentuk lebihdari satu, demikian dapat dilihat dalam daftar tersebut di atas. Dibedakan suatu tokohpewayangan dalam masa remaja dan masa sesudah remaja, demikian pula nama-namauntuk tokoh pewayangan seringkali dibedakan nama masa muda dan masa tua. Sebagaicontoh: Janaka, pada masa mudanya dinamakan Permadi, Baladewa, pada masa mudanyabernama Kakrasana, Kresna, bernama Narayana dan lain sebagainya. Penggunaan wayang dengan bentuknya masing-masing diatur pula sesuai denganwaktu (pathet/Jw) dan tugasnya sesuai dengan alur cerita. Sebagai contoh: Wrekodara,bentuk Lindu, waktu muncul sesuai dengan masa patet nem. Bentuk Mimis, keluarpada masa patet manyura, bentuk Jagur dalam patet sanga dan lain sebagainya.

    Untukmemperjelas bentuk-bentuk tokoh pewayangan tersebut diatas, akan dicoba diberikanketerangan artian wanda bentuk tadi, sesuai dengan arti kata yang dipergunakan untukmenamakannya. Dalam mencoba mengartikan apa yang dimaksud dengan bentuk dannamanya, dipakai senagai dasar uraian kamus bahasa Jawa “Dr. Th.Pigeuad. Javaans –Nederlands Handwoordenboek; J.B. Wolters’ Uitgevers – Maatschappij, N.V.; Groningen,Batavia, 1938”.  Nama Wayang dan bentuk wanda, arti kata 
    1. Puntadewa bentuk jimat; jimat - amulet; sesuatu yang dianggap mempunyai dayakekuatan, selalu dijunjung tinggi dan dihargai.
    2. Puntadewa bentuk deres; deres - berlebih-lebihan, berlimpah-limpah.
    3. Puntadewa bentuk malatsih; malatsih - mendekatkan rasa sayang, memikat hati. 
    4. Wrekodara bentuk mimis; mimis - peluru.
    5. Wrekodara bentuk gurnat; gurnat - granat.
    6. Wrekodara bentuk lintang; lintang - bintang.
    7. Wrekodara bentuk lindupanon; lindu - gempa bumi, panon -raut muka.
    8. Wrekodara bentuk lindu; lindu - gempa bumi. 
    9. Permadi bentuk penganten; penganten - temanten, mempelai.
    10. Permadi bentuk pacel atau patah; pacel - penyerang, penggempur, tukang berkelahi;patah - pengapit mempelai, biasa terdiri dari puteri remaja, ataupun laki-laki sebanyakdua orang.
    11. Permadi bentuk pangawe; pengawe -ngawe : memberi isyarat dengan tangan denganmaksud supaya lebih mendekat.
    12. Permadi bentuk malatsih; malatsih - malat berarti menjadi panjang, mengalir, bangkit,garang tajam; sih - cinta, sayang.
    13. Permadi bentuk malat; malat berarti menjadi panjang, mengalir, bangkit, garang tajam;malatsih - bangkit, berkobar sayang, kasih. 
    14. Janaka bentuk kinanti; kinanti - dikanthi - digandeng tangannya, dapat juga berartidiajak sebagai teman dalam perjalanan.
    15. Janaka bentuk jimat; jimat - amulet; sesuatu yang dianggap mempunyai daya kekuatan,selalu dijunjung tinggi, dihormati.
    16. Janaka bentuk kanyut; kanyut - terhanyut, kenyut - terbawa oleh arus, dapat juga berartijatuh asmara, jatuh cinta.
    17. Janaka bentuk mangu; mangu - mangu-mangu berarti bimbang di hati belummendapatkan keputusan dalam hati, ragu-ragu, risau hatinya. 
    18. Sadewa remaja bentuk banjet; banjet - berkata dengan manis sebab mempunyai tujuantertentu yang harus dicapainya.
    19. Sadewa bentuk banjet; banjet - berkata dengan kata-kata yang manis untuk memikatdengan tujuan sesuatu. 
    20. Nakula remaja bentuk buntit; buntit - keriting, ikal.
    21. Nakula bentuk buntit; buntit - keriting, ikal. 
    22. Irawan bentuk padasih; pada - ada persamaannya, sih - cinta, sayang. 
    23. Abimanyu bentuk jayenggati; jayenggati - dapat diartikan juga jaya ing atiJaya berartikemenangan , menang , kebahagiaan , keselamatan ; gati berarti tugas , perjalanan,pekerjaan, cara melakukan suatu pekerjaan, tekun menjalankan tugasnya, bersungguhsungguhmelakukan pekerjaannya dan lain sebagainya.
    24. Abimanyu bentuk buntit; buntit - keriting, ikal. 
    25. Gatotkaca bentuk tatit-remaja; tathit, thathit (Jw) halilintar.
    26. Gatotkaca bentuk tatit-tua; tathit, thathit (Jw) halilintar.
    27. Gatotkaca bentuk guntur; guntur - air pasang yang sangat dahsyat sehinggamenimbulkan banjir, malapetaka.
    28. Gatotkaca bentuk kilat; kilat - bercahaya, cemerlang. 
    29. Antareja bentuk putut; putut - puthut (Jw), berarti penganut, murid dari suatupertapaan, paguron.
    30. Antareja bentuk naga; naga - ular yang besar dan menakutkan. 
    31. Semar bentuk mega; mega - awan.
    32. Semar bentuk watu; watu - batu.
    33. Semar bentuk dukun; dukun - dhukun (Jw), berarti orang yang berilmu, khususnyadalam menawarkan malapetaka, memberikan kesembuhan.
    34. Semar bentuk ginuk; ginuk - leadaan badan yang tidak imbang, antara berat dankegemukannya, dapat diartikan juga gemuk dan berat sehingga bentuk tidak keruan. 
    35. Gareng bentuk prekul; prekul - atau prekal, prekol (Jw) berarti tidak lurus, bengkak -bengkok, agak membungkuk.
    36. Gareng bentuk kancil; kancil - nama binatang terkenal dalam dongeng karenakecerdikannya. 
    37. Petruk bentuk jomblang; jomblang - penghubung, untuk wanita dan pria, atau sebaliknya.
    38. Petruk bentuk mesem; mesem - tersenyum. 
    39. Bagong bentuk gilut; gilut - mengenyam, mengabdikan diri kepada, dapat jugaberarti selalu dekat tak mau jauh-jauh kepada sesuatu atau seseorang.
    40. Bagong bentuk gembor; gembor - alat untuk menyiram tanaman atau bunga,berteriak-teriak, atau dapat berarti juga menangis 
    41. Kakrasana bentuk sembada; sembada - sembada berarti baik dan bagus dalamkeadaan keseluruhannya, tepat atau terpilih, terpuji dalam lahir maupun batinnya.
    42. Kakrasana bentuk kilat; kilat - cahaya, cemerlang dapat juga diartikan cahaya darihalilintar. 
    43. Baladewa bentuk rayung kadipaten; rayung - sejenis tanaman alang-alang, rayungrayungberarti dalam keadaan panjang dan kecil sebagai contoh “Drijinengrerayungan atau rayung-rayung,” berarti jari jemarinya panjang dan kecil-kecil(langsing).Adapun kata kadipaten agaknya menunjukkan Baladewa bentuj rayung tersebutberasal dari kadipaten.
    44. Baladewa bentuk sembada; sembada - sembada berarti baik dan bagus dalamkeadaan keseluruhannya, tepat atau terpilih, terpuji dalam lahir maupun batinnya.
    45. Baladewa bentuk geger; geger - ribut, kacau, rame.
    46. Baladewa bentuk kaget; kaget - terperanjat.
    47. Baladewa bentuk pariksa; pariksa - memerikasa, mencari, dapat juga kata priksa(Jw) berarti mengetahui, mengenal. 
    48. Narayana bentuk sembada; sembada - sembada berarti baik dan bagus dalamkeadaan keseluruhannya, tepat atau terpilih, terpuji dalam lahir maupun batinnya.
    49. Narayana bentuk geblag; geblag - jatuh terlentang, merata. 
    50. Kresna bentuk rondon; rondon - daun, hiasan atau rangkaian, rangkuman, terdiridari bulu-bulu domba hiasan daun katangan daun-daunan.
    51. Kresna bentuk gendreh; gendreh - indah, bagus, halus.
    52. Kresna bentuk mawur; mawur - bercerai-cerai, dapat juga beraru bagus, indahseperti butiran padi. 
    53. Samba bentuk buntit; buntit - keriting, ikal.
    54. Samba bentuk sembada; sembada - sembada berarti baik dan bagus dalamkeadaan keseluruhannya, tepat atau terpilih, terpuji dalam lahir maupun batinnya.
    55. Samba bentuk banjed; banjet - berkata dengan kata-kata yang manis untuk memikatdengan tujuan sesuatu. 
    56. Udawa bentuk tandang; tandang - bekerja, melaksanakan pekerjaan, bertempur,berkelahi.
    57. Udawa bentuk jaran; jaran - kuda. 
    58. Setyaki bentuk mimis; mimis - peluru.
    59. Setyaki bentuk akik; akik - sejenis batu permata (agaat - Bld.).
    60. Setyaki bentuk wisnua; wisnua - bahaya, muram, murung, sedih, susah. 
    61. Suyudana bentuk jaka; jaka - remaja, dalam hal ini, belum beristri, untuk laki-laki.
    62. Suyudana bentuk jangkung; jangkung - langsing, semampai, tinggi besar. 
    63. Kurupati bentuk jaka; jaka - remaja, dalam hal ini, belum beristri, untuk laki-laki.
    64. Kurupati bentuk jangkung; jangkung - langsing, semampai, tinggi besar. 
    65. Banowati bentuk berok; berok - berarti a.l. kambing betina dari jenis tertentu(wedhus berog - Jw.).
    66. Banowati bentuk golek; golek - boneka. 
    67. Karna bentuk bedru; bedru - selisih, berbeda paham, usik, rintangan.
    68. Karna bentuk lontang; lontang - dibawa lari, berubah warna, berganti warna. 
    69. Dursasana bentuk gambyong; gambyong - tergantung pada (khususnya untukbuah-buahan), nggambyung (Jw), nggambyong (Jw) - berarti juga “menarisendiri” khususnya diperuntukkan bagi penari putri untuk mengawali pestaperalatan; juga berarti wayang kulit putri untuk menampilkan taran khusus“gambyongan.”
    70. Dursasana bentuk golek; golek - boneka. 
    71. Pragota bentuk penganten; penganten - mempelai, temanten.
    72. Pragota bentuk putut; putut - puthut (Jw), berarti penganut, murid dari suatupertapaan, paguron. 
    73. Cakil bentuk naga; naga - ular yang besar dan menakutkan.
    74. Cakil bentuk menyore; menyore - nyore (Jw) berarti petang, malam.
    75. Cakil bentuk batang; batang - bangkai. 
    76. Guru bentuk candi (a); candi - arca atau candi.
    77. Guru bentuk karno; karna - kata karna diartikan tutup kepalanya yang berbentukseperti tutup kepala adipati karna
    78. Guru bentuk candi (b); candi - arca atau candi. 
    79. Durga bentuk gedrug; gedrug - ,menghentak-hentakkan kaki di tanah karena marah,murka. Dapat juga berarti menyepak-nyepak disebabkan bangkit kemarahannya;tidak sabar dan lain sebagainya.
    80. Durga bentuk gidrah; gidrah - atau gibrah, kiprah berarti meloncat-loncat,bergerak-gerak dikarenakan kegarangan hatinya, kerisauannya, kemarahaannya 
    81. Naga; dalam gambarnya tidak ada penjelasan lebih lanjut. 
    82. Dasamuka bentuk belis; belis - setan, jahanam, durhaka.
    83. Dasamuka bentuk bugis; bugis - ragam dari seberang. 
    84. Kumbakarna bentuk barong; barong - dapat diartikan dalam bentuk raksasa yangsangat menakutkan, mengerikan.
    85. Kumbakarna bentuk macan; macan - harimau.   

    ‘Ebook’ / pindaian buku / foto halaman-halaman adalah hasil peran serta dik Christoper Dewa Wardana, seorang pemuda Indonesia pecinta wayang yang saat ini mukim dan bekerja di San Franscisco sebagai arsitek / perancang ruang dalam. Buku tersebut di foto di perpustakaan Universitas Berkeley Amerika Serikat. Dik Christoper juga aktif ‘ nyorek ‘ / menggambar wayang, dan merencanakan menyusun buku wayang gagrag Yogyakarta.  

    Untuk mengunduh ‘ebook’ tersebut pembaca bisa kunjungi URLhttp://www.4shared.com/document/vViR_Lvy/Full.html
    dengan besar file kurang lebih 32 MegaByte.
    Comment
  • INFORMASI PENDAFTARAN admin admin

    Thursday, 24th March 2011 07:47am
    Rekan-rekan yang Budiman,

    Terimakasih banyak telah mengunjungi dan mengirimkan permintaan pendaftaran ACCOUNT.Untuk memudahkan dan meringankan tugas ADMINISTRATOR dalam mempertimbangkan untuk memberikan AKSES, dimohon untuk menuliskan informasi PRIBADI dalam kolom 'About Me'. Lebih lengkap akan lebih baik, sehingga sedapat mungkin diisi yang mendukung.

    Bagi rekan-rekan yang sudah mendaftar, dapat menambah informasi dengan menuliskan dan mengirim email kepada mastri@ugm.ac.id.

    Atas perhatian dan kerjsamanya diucapkan banyak terimakasih.

    Administrator
    1 Comment

Latest messages

  • PESINDH... admin admin

    Saturday, 7th May 2011 05:56am Pesindhén, atau sindhén (dari Bahasa Jawa) adalah sebutan bagi wanita yang bernyanyi mengiringi orkestra gamelan, umumnya sebagai penyanyi...
  • Gambar... admin admin

    Wednesday, 13th April 2011 06:29am Terimakasih banyak mas Christ atas kiriman Sang Hyang Nurcahya. Gambarnya dapat dilihat...
  • SUKRA... admin admin

    Monday, 11th April 2011 04:35am Semangat untuk melestarikan Seni Pedhalangan Gagrak Yogyakarta adalah merupakan dasar bersatunya para dhalang-dhalang muda dalam membangun...